Sinergi Menuju Desa Wisata Petung: Perumusan Masterplan Berbasis Potensi Unggulan dan Pemberdayaan Masyarakat

The current image has no alternative text. The file name is: WhatsApp-Image-2025-12-23-at-11.00.33.jpeg

Surakarta — Pusat Studi Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Universitas Sebelas Maret (Pusdi Perlintan UNS) bekerja sama dengan Pemerintah Desa Petung menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dalam Perancangan Masterplan Desa Wisata Petung pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di Ruang Pres Room LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS).

FGD ini mengusung tema “Sinergi Menuju Desa Wisata Petung: Perumusan Masterplan Desa Wisata Berbasis Potensi Unggulan dan Pemberdayaan Masyarakat”. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan perspektif akademik, kebijakan, dan praktik lapangan dalam merumuskan arah pengembangan Desa Wisata Petung secara terencana, partisipatif, dan berkelanjutan.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Desa Petung, tim Pusdi Perlintan UNS, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar, Ketua Forum Desa Wisata Kabupaten Karanganyar, serta Vice President The Lawu Group. Kehadiran para pihak tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ekosistem desa wisata, baik dari sisi tata kelola, jejaring, maupun pengembangan pasar pariwisata.

Kegiatan FGD diawali oleh sambutan Ketua Pusdi Perlintan dengan kalimat penyemangat “Alam Petung sudah memberikan keindahan secara Cuma-Cuma. Pertanyaanya: Apakah kita akan terus membiarkan menjadi ‘harta karun yang tertidur’ atau kita punya nyali untuk menjadikannya alasan dunia datang kesini?” (tutur Dr. Hanifah Ihsaniyati, S.P., M.Si selaku Kapusdi Perlintan). FGD menghadirkan dua narasumber utama yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang perencanaan wilayah serta pemberdayaan masyarakat.

Narasumber pertama, Prof. Ir. Winny Astuti, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, menyampaikan materi berjudul “Kerangka Kerja Inisiasi Desa Wisata: Identifikasi Faktor Penentu dalam Pengembangan Desa Wisata”. Materi ini menekankan pentingnya pemetaan faktor kunci meliputi aspek fisik, sosial, ekonomi, kelembagaan, dan kebijakan sebagai fondasi dalam penyusunan masterplan desa wisata yang adaptif dan berdaya saing.

Narasumber kedua, Dr. Hanifah Ihsaniyati, S.P., M.Si., Ketua Pusdi Perlintan UNS, membawakan materi “Melangkah dari Nol: Strategi Inisiasi Desa Wisata Petung Berbasis Identifikasi Potensi Lokal dan Mitigasi Permasalahan Awal”. Dalam paparannya, Dr. Hanifah menyoroti pentingnya pendekatan berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus strategi mitigasi terhadap berbagai permasalahan awal yang kerap menghambat pengembangan desa wisata.

Melalui pelaksanaan FGD ini, diharapkan terbangun kesepahaman bersama mengenai arah pengembangan Desa Wisata Petung serta tersusunnya kerangka awal Masterplan Desa Wisata Petung yang berorientasi pada potensi unggulan lokal, penguatan kapasitas masyarakat, dan keberlanjutan jangka panjang. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan Desa Petung sebagai desa wisata yang inklusif, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Book Tour
Lorem Ipsum is simply dumy text of the printing typesetting industry lorem ipsum.
Call Now
Lorem Ipsum is simply dumy text of the printing typesetting industry lorem ipsum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2024 – PUSAT STUDI PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PETANI – LPPM UNS